Remaja

Posted: Mei 31, 2008 in 1
Tag:, ,

Dunia remaja memang dunia yang sukar difahami. Dibandingkan dengan tahap perkembangan lain, remaja memiliki ciri yang unik dan sensitif. Tentunya dalam batasan usia antara 10-24 tahun, remaja mengalami proses peralihan dari kanak-kanak menuju alam dewasa. Perubahan hormon yang terjadi memberikan pengaruh yang besar terhadap perubahan fisikal, emosi serta sosial yang sedikit sebanyak dipengaruhi oleh persekitarannya. Salah satu ciri remaja yang selalu menjadi masalah adalah proses pencarian identitas diri. Remaja sentiasa dituntut oleh masyarakat untuk dapat menjelaskan siapakah diri mereka, apakah peranan dan makna dirinya pada masyarakat. Sedangkan dalam masa yang sama mereka memiliki keinginan untuk berbeda daripada orang lain, sehingga akibat daripada itu mereka berusaha menampilkan diri mereka agar menarik perhatian masyarakat. Kebingungan yang dialami oleh remaja dalam menentukan siapakah diri mereka inilah sebenarnya merupakan punca terjadinya penyimpangan dalam kehidupan remaja.

Mungkin peristiwa geng motor yang terjadi di Kota Bandung masih membekas jelas di ingatan kita, bagaimana para remaja menunjukan keberbedaannya dengan makhluk lain sehingga dengan berlandaskan sikap gagah dan berani didepan orang, mereka membuat hal yang beda dari remaja kebanyakan melalui hobi motor akan tetapi dengan fungsi yang negatif. Mungkin hal ini perlu dikaji secara kasar (berdasarkan stigma baik atau buruk) karena jika dikaji secara ilmu psikologis maka pasti akan menunjukan hal yang normal walaupun itu menyimpang dari kultur masyarakat.

Jika dilihat secara normal, sifat ingin gagah, lebih keren dan lebih berani yang lain merupakan momok negatif yang terjadi pada remaja saat ini sedangkan setiap manusia dilahirkan dengan sifat dan gaya yang berbeda sehingga otomatis apabila jika kita membandingkan diri kita dengan yang lain akan terlihat bedanya walaupun tanpa berusaha untuk berbuat beda, akan tetapi sekali lagi konstruk masyarakat yang yang banyak menilai seseorang dari sisi artifisial membuat mereka terpojok dengan sifat dan gaya mereka yang ternyata tidak disukai ataupun tidak menimbulkan perhatian yang berlebih dari masyarakat sehingga mereka mencari sifat ingin gagah, keren dan berbeda melalui komunitas-komunitas yang sama-sama terpojok oleh konstruk masyarakat, hal ini akan menimbulkan polemik yang serius karena kumpulan orang-orang yang terpojok oleh stigma masyarakat akan mendefinisikan sendiri tentang arti kata-kata diatas yang tidak salah kalau itu menyimpang dari kultur masyarakat.

Hal itu akan menimbulkan ironi karena akan melahirkan sifat pragmatis dari remaja, jika remaja bertanya pada diri mereka sendiri: “Who am I?” maka pertanyaan itu tidak pernah akan terjawab dengan pasti. Yang ada dalam fikiran hanyalah “I wanna be like him” atau “I don’t know who I am”. Lantaran itu remaja mencari model yang diidolakan mereka. Semakin mereka mengadaptasikan diri mereka pada idola mereka, mereka akan semakin kehilangan identiti diri dan menjadi tidak asli lagi. Sehingga ketika mereka berkata “It’s my life”, padahal hati mereka tetap berdilema “Is it my life?”.
Sebenarnya terdapat banyak ciri yang mengidentitikan seseorang atau sekelompok remaja itu sebagai ‘gila-gila remaja’. Segolongan daripada mereka berseluar ketat, hidung dan telinga bertindik (termasuk lelaki), tato penuh dilengan, model rambut yang mohawk serta bergaya ala punk. Manakala sebahagian lain pula bergaya casual, hip-hop, free style bahkan retro dengan potongan rambut pendek seperti lelaki. Mereka ini mau supaya masyarakat melihat mereka sebagai remaja padahal hal itu belum tentu sesuai dengan jati diri mereka.
Kebingungan dalam menentukan langkah memberi kesan yang berbeda-beda pada diri remaja hingga ada yang rela mengorbankan tubuhnya untuk diracuni oleh berbagai jenis obat terlarang, awalnya hanya sedikit-sedikit tetapi akhirnya terlebih dos. Namun itulah kata mereka bahawa “gaya hidup seperti itu adalah gaya hidup remaja masa kini. Jangan sampai ketinggalan zaman!” Dengan itu potongan baju dan ‘style’ rambut disesuaikan dengan mode terkini, bahkan gaya hidup selebriti ditiru. Free sex mewarnaii kehidupan mereka, check in hotel, ataupun kegiatan lain. Demikianlah kenyataannya kehidupan anak-anak remaja zaman sekarang. Semuanya adalah refleksi kehidupan remaja yang mengaku mempunyai kehidupan moden. “It’s my life”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s